Text
Luka Perempuan Asap (Air Mata di Antara Pohon Sawit)
Mun, putri tunggal jurangan sawit, merasakan keresahan perihal ayahnya.
Dengan kekayaan yang melimpah, ayahnya belum juga mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membayar zakat. Ada saja alsan yang terlontar hingga Mun tidak lagi dapat mendebat ayahnya. Namun, Mun terus bersabar dan tidak lelah menasihati.
P03259S | 813 Naf L | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain